Sunday, January 3, 2016

Dan Itu Bukan A\ku

Mentari mulai menampakkan cahayanya, kali ini bukan cahaya benderang yang kulihat, bukan pula cahaya gemerlap yang selalu menemaniku. Tapi, hari ini cahayanya redup, tak bersinar terang. Ada apa dengan matahari pagiku? Mengapa ia tak mau bersahabat lagi denganku? Apakah karena ada setitik debu di pakaianku ini? Apakah noda itu yang merusak ribuan hal yang telah terjadi? Berulang kali bahkan mulut pun tak sanggup lagi untuk berkata karena itu tidak cukup untuk menghilangkan bekasnya.

Sayur Ibu

Pagi nan anggun menyambutku, ketika awal kembali bersekolah memakai seragam berwarna kusam. Akibat perang teluk antara ayah dan ibu beberapa tahun belakang ini, mereka tak pernah lagi menyentuh kulitku dengan lemah lembut seperti apa yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Aku dibuatnya teramat sangat kecewa. Maka, kuputuskan berangkat ke sekolah tanpa memberitahu ibu dan ayah yang tidak pernah beranjak dari tempat mereka setelah hari itu. Aurelya Yulyanti

Itulah Mereka, yang Muda

Mungkin untuk sebagian remaja yang sedang dalam ambang kelabilan selalu dikatakan lebay, tetapi itulah gaya mereka mencari jati diri. Semua pasti pernah merasakan masa remaja, penuh lika-liku kehidupan yang rumit.

Cerpen "Kesan Pertama"

“Apa yang kau lakukan Nak?” Tanya kakek pemulung kepada pemuda yang baru saja memasukkan botol air mineral bekas ke dalam karung yang dibawanya’ tetapi pemuda itu tak begeming sama sekali dan terus memungut botol bekas. Dengan teliti sang kakek memperhatikan pemuda itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, “Kau tukang bersih-bersih di tempat parkir ini?” Pertanyaan itu yang akhirnya membuat pemuda tersebut terhenti melanjutkan pekerjaannya, “Eh..bukan, aku mahasiswa di kampus ini. Cerpen Nurhidayah

Cinta Tak Berujung

Cerita cinta merupakan sebuah hal yang wajar bagi kalangan remaja. Mungkin termasuk diriku yang telah menginjak bangku sekolah menengah atas. Namaku Aminiah yang menyukai seorang lelaki bernama Syahid dan inilah ceritaku. Cerpen Muhammad Hidayat Nurwahid

Cerpen Harapan

Saat ditanya tentang cita-cita, tidak setiap orang mampu menjawab dengan yakin. Mungkin kebanyakan dari mereka menjawab dengan terpaksa, karena tak mau dibilang manusia tak bercita-cita. Catatan Cita-Cita Seorang Sahabat

Cerpen Motivasi Fitra Aulia Syahid

“Nikiiiiiiii!!!” Teriak wanita itu histeris. Niki masih begitu mengingat jelas teriakan mamanya. Wanita paruh baya itu duduk dengan tangisnya yang membludak dan seorang pria yang tubuhnya bercucuran darah terbaring lemah di pangkuannya. God's Plant

Cerpen Horor

Al-Azhar. DP Pagi hari sebelum kegiatan sekolah dimulai, di belakang sekolah seorang siswa yang sedang ditindas oleh preman sekolah. “Besok akan menjadi Rp200.000, ingat itu! Kalau tidak, kamu akan mengetahui akibatnya” kata pemimpin preman itu, lalu meninggalkan siswa yang ditindasnya dengan muka bonyok. Sesaat setelah preman pergi, seseorang datang menemui siswa yang ditindas tersebut “Menyedihkan, bahkan tidak mencoba berpikir untuk melawan....” kemudian pergi meninggalkan siswa yang ditindas tersebut. “Orang aneh” pikir Aldi terhadap orang yang baru saja dia jumpai. “Huh.. Sekarang harus apa? Dan juga bagaimana aku bisa mendapatkan uang Rp200.000 dalam sehari. Menyebalkan” Gumam Aldi. Semangat Seorang Pengecut

Saturday, January 2, 2016

Cerpen Percintaan

Jreng… Jreeeng alunan gitar yang mengiringi suara emasku berakhir…hehehehe, aku sering memainkan gitar saat merasa sepi dan sendiri, ya walaupun aku sering nongkrong bersama teman-temanku yang kocak tapi setiap malam minggu mereka sibuk dengan kekasih mereka masing-masing sedangkan aku sibuk dengan gitar tua ini. Terkadang dalam benak, aku ingin seperti mereka yang selalu bahagia dengankekasihnya. tapi, aku adalah laki-laki pengecut yang hanya berangan-angan ingin memiliki seorang bidadari cantik dan kisah cinta yang indah seperti di sinetron, FTV dan novel-novel yang pernah aku baca.

Friday, January 1, 2016

Cerpen Pengorbanan

Salah satu sudut kota yang terkenal akan kawasan Karst dan Sop Saudaranya, terlihat seorang gadis belia termenung dengan rambut yang tergerai indah di depan cermin. Namun, keindahan rambutnya itu tak seperti keindahan yang tampak di wajahnya. Ia nampak murung, mungkin sesuatu hal telah mengganjal di dalam pikirannya saat ini. Cerpen "Terima Kasih Puang Baso"

Pangkajene Butta Malabbirikku

Butta malabbirikku, butta passolongan cerakku, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan biasa disingkat Pangkep adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibukotanya adalah Pangkajene. Asal kata Pangkajene dipercaya berasal dari sungai besar yang membelah kota Pangkep. Pangka berarti cabang, dan Je'ne berarti air. Ini mengacu pada sungai yang membelah kota Pangkep yang membentuk cabang. Klik di sini