Makna Simbolik di Balik Nama TBM Ibnu Hajar Pagang Berawal dari sebuah niat membangkitkan minat literasi anak perkampungan di masa pandemi Covid-19. Taman Baca Masyarakat (TBM) Ibnu Hajar secara sosiologis dirintis menjadi sebuah komunitas literasi guna mencegah terjadinya learning loss sebagai dampak dari pandemi dan kebijakan belajar dari rumah. Belajar dari rumah sebuah kemestian di masa pandemi, namun kenyataannya, anak-anak justru lebih asyik bermain daripada belajar. Bukan sekadar itu, anak-anak sudah mulai tertarik dengan penggunaan gawai daripada meluangkan waktu berliterasi. TBM Ibnu Hajar berlokasi di Kampung Pagang Kelurahan Sibatua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Penamaan Ibnu Hajar pada taman baca masyarakat tersebut mempunyai nilai historis dan infus perngabdian pendiri, pengelola, dan relawan TBM Ibnu Hajar. Nilai historis berasal dari sosok Ibnu Ḥajar al-ʿAsqalānī , seorang pekerja ker...
Postingan
Merawat Sumpah Pemuda melalui Wadah Taman Baca Masyarakat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Merawat Sumpah Pemuda melalui Wadah Taman Baca Masyarakat Kehadiran Taman Baca Masyarakat (TBM) di tengah masyarakat mempunyai peran penting dan strategis dalam merawat Sumpah Pemuda di erah moderen. Implementasi nilai persatuan dan kesatuan dalam aksi nyata mencerdaskan masyarakat merupakan wujud semangat Sumpah Pemuda. Implementasi nilai-nilai Sumpah Pemuda di TBM diwujudkan melalui kegiatan literasi pada anak usia dini, pemuda, dan pemberdayaan warga. Peran utama diwujudkan melaui penyediaan akses belajar seperti perpustakaan, pojok baca atau koleksi buku yang menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta menyediakan sarana belajar digital untuk menciptakan semangat belajar yang inklusif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap merawat kearifan lokal. Inklusivitas dan akses layanan untuk semua tanpa membedakan suku, ras, dan agama di TBM merupakan wadah membangun semangat persatuan dan kesatuan. Semangat filosofi abbulo sibatang...
Toponimi Kampung Pagang
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hikayat Ulama di Balik T oponimi Kampung Pagang Mardiah Daeng Baji MENGAPA bulu kuduk ini merinding? Sebuah pertanyaan retoris muncul setiap kali mendengar nama Kampung Pagang. Rasa itu pun dialami oleh sanak keluarga. Koneksi emosional senantiasa terhubung dengan kerabat yang berdomisili di luar Kabupaten Pangkep. Entah mengapa, jika melihat tayangan kampung di media sosial saja menyebabkan mereka semakin semangat berkarya dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi berkonstribusi terhadap kampung halaman. Pulang kampung laksana perindu bagi perantau. Benar kata pepatah: jangan melihat buku dari sampulnya. Jangan melihat kualitas suatu kampung hanya dengan melihat penampilan dari luar saja. Makna pepatah tersebut bagaikan potret dari Kampung Pagang. Memoriku kembali mengingat masa SMA di tahun 1989. Pertanyaan sangsi pernah diucapkan teman, saat saya turun dari pete-pete (kendaraan umum). “Apaka...