Thursday, January 28, 2016

Kumpulan Cerpen Sedih SMADA Pangkep

Bersedih adalah suatu hal yang wajar, tapi jangan sampai kesedihan tersebut melemahkan hatimu hingga kamu berputus asa. Kesedihan mengajarkan kita untuk mencari kebahagiaan. Tuhan Maha Adil karena Tuhan selalu punya cara untuk memberikan rasa bahagia di sela-sela kesedihan yang melanda hati hamba-Nya. klik di sini

Kumpulan Cerpen Pendidikan SMA Negeri 2 Pangkajene Terbaru

"Jika kamu ingin menikmati hidup ini dengan kesuksesan maka kamu harus bebas dari kekhawatiran, kebimbangan dan perasaan takut jika mengalami kegagalan dan selalu belajar untuk meraih kesuksesan itu. Belajar butuh kesabaran. Hilangkan rasa ingin cepat-cepat menguasai materi. Belajar selalu butuh proses yang tidak sebentar." klik di sini

Tuesday, January 26, 2016

Kumpulan Cerpen Kesetiaan SMA Negeri 2 Pangkajene Terbaru

Dalam pengalaman yang menyakitkan seringkali kita menemukan kegembiraan. Orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat, akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya." klik di sini

Monday, January 25, 2016

Kumpulan Cerpen Motivasi Kehidupan Terbaru SMA Negeri 2 Pangkep

“Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran” Klik di sini

Kumpulan Cerpen Motivasi Cinta Terbaru SMADA Pangkep

Terlalu tegang menjadi putus. Bila kita saling ngotot, tidak akan menyelesaikan suatu masalah, bahkan dapat memutuskan hubungan kita. Tiap-tiap celaka ada gunanya orang yang telah tertimpa celaka tentu akan insyaf dan berhati-hati. Klik di sini

Friday, January 22, 2016

Cerpen Motivasi Kehidupan "Takdir Tuhan"

Pagi yang cerah, kumulai berjalan di tepi sungai dengan suara air yang tenang. tetesan air yang jatuh dari atas daun. Suara pohon dihembus angin sepoi-sepoi. Kumelirik kanan dan kiri, serangga-serangga kecil berjalan di atas air. Kumulai memikirkan kisah hidupku bagaikan air yang terkadang tenang dan terkadang deras sesuai jalur yang dilaluinya.Eko Febrianto klik di sini

Wednesday, January 6, 2016

Kenangan di Pohon Sakura

Matahari telah terbit, aku segera membuka mata memandang langit-langit rumah sakit. Aku dapat mendengar suara sayup-sayup dokter dan orang tuaku. “Saya sangat menyesal harus mengatakannya. Tapi ia hanya punya maksimal satu bulan untuk dapat bertahan hidup. Kanker yang dideritanya sudah parah.” ucap dokter. Cerpen Nurul Hikna

Cerpen Bertema Kewirausahaan

Margy Muhammad Al-Aziim. Embun pagi seakan merasuk ke jiwa, membawa angan-angan indahnya ibu kota pertiwi. Kemacetan seakan tiada batas, polusi udara terbang hambur ke angkasa. Tak disangka kini ia telah tiba di perantauan membawa segenggam harapan untuk meraih impian dan cita-cita. Sempat terbesit dalam hatinya secercak harapan yang tak pernah pudar walau badai menghantam. Merajut Asa

Sunday, January 3, 2016

Rinso,Roiko atau Bakso

“Kamu ini gimana sih, tadi katanya rinso sekarang bilang roiko.” jawab Mak Inong sedikit jengkel karena merasa dipermainkan oleh Akbar. Cerpen Afdhalash

Kebaikan Menghasilkan Persahabatan

Apa jadinya jika ada orang memiliki nama yang sama? Nama yang sama persis. Begitulah yang dialami oleh Aldo dan Aldi. Nama mereka sama persis.Perbedaan nama mereka hanyalah sebuah huruf di bagian akhir. Nama lengkap mereka juga persis sama . Nama lengkap Aldo adalah Reynaldo Michael Putra, sedangkan nama lengkap Aldi adalah Reynaldi Michael Putra. Entah bagaimana, orang tua mereka bisa memberikan nama yang begitu persis. Karena kesamaan inilah, banyak orang yang mengira mereka kembar. Cerpen Favian Benedick T. Tambun

Dan Itu Bukan A\ku

Mentari mulai menampakkan cahayanya, kali ini bukan cahaya benderang yang kulihat, bukan pula cahaya gemerlap yang selalu menemaniku. Tapi, hari ini cahayanya redup, tak bersinar terang. Ada apa dengan matahari pagiku? Mengapa ia tak mau bersahabat lagi denganku? Apakah karena ada setitik debu di pakaianku ini? Apakah noda itu yang merusak ribuan hal yang telah terjadi? Berulang kali bahkan mulut pun tak sanggup lagi untuk berkata karena itu tidak cukup untuk menghilangkan bekasnya.